::. Agen ASURANSI profesional & berkomitmen ALLIANZ indonesia >>> asuransi TERBESAR dunia <<< terbaik & terpercaya .::
Untitled Document
Login Member
   
Email
Password
 

| Registrasi
| Lupa Password

Jumlah Member : 438
10 Member Terakhir :
JO, LULU, OKY, VIKO, EDNA, SATRYO, ERIK, BUDI, ANI, DARMAITO,

No flash player!

It looks like you don't have flash player installed. Download


Customer Support
madeALLIANZ
madeALLIANZ
Agen (LEADER) 0852.152152.00 021.99.0045.99
 
T i K a
T i K a
Customer Care
 
i N a
i N a
Admin Agency
 
R a T N a
R a T N a
Admin Team Jabodetabek
 
N o V i
N o V i
Admin Team Sulteng
 
Advertisement
www.unitlink.biz
 
www.asuransijiwa.biz
 
Pooling
Dari mana anda tau alamat web ini ?
Search engines
Link
Teman
Lain lain.

Lihat Hasil
38.107.191.85
Total users online - 6
 

" WEBSITE INI : www.madeallianz.com telah diPINDAHkan ke www.konsultanasuransi.com [Website Team] dan www.komunitasasuransi.com [Website Customer] dengan fasilitas dan sistem yang sangat lengkap "

Bank Dunia : Harga Minyak Jadi Berkah Negara Berkembang

Penulis :l RR ARIYANI | FORBES | AP | WASHINGTON POST| BLOOMBERG
 

Senin, 22 Oktober 2007 | 03:05 WIB

TEMPO Interaktif, Washington:Bank Dunia menilai kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia yang telah menembus level US$ 90 per barel akan menjadi berkah buat negara berkembang.

Sebab, menurut Kepala Ekonom Bank Dunia Francois Bourguignon, kenaikan harga itu akan mendorong kenaikan harga ekspor komoditas negara-negara berkembang, di antaranya tembaga dan kopi.

"Kami bisa lebih optimistis ke depan karena permintaan dari Cina dan negara-negara yang ekonominya sedang tumbuh mendorong kenaikan harga minyak mentah dan komoditas lainnya secara bersamaan," katanya.

Untuk pengantaran November, perdagangan berjangka New York minyak jenis light sweet crude ditutup turun menjadi US$ 88,60 per barel. Angka ini turun dibanding pencapaian harga jual sehari sebelumnya sebesar US$ 90,02 per barel.
Adapun di London, harga minyak jenis brent North Sea crude untuk pengantaran Desember mencapai US$ 83,79 per barel. Angka ini turun setelah menembus rekor sehari sebelumnya senilai US$ 84,88 per barel.

Pengamat perminyakan Kurtubi mengaku tidak sependapat dengan analisis ekonom Bank Dunia itu. Dia menilai kenaikan harga minyak mentah tidak langsung diikuti dengan kenaikan harga komoditas ekspor. "Yang pasti ongkos produksi industri akan naik, tapi harga komoditas belum tentu naik di pasar internasional," ujarnya kepada Tempo kemarin.

Kurtubi berargumen, kenaikan harga minyak mentah akan berdampak pada penurunan percepatan ekonomi dunia, dan permintaan terhadap produk akan melemah. Ekonomi dunia bisa-bisa slowdown, permintaan akan turun, dan akan terjadi oversupply. "Artinya, harga produk di pasar bakal turun," katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Iman Sugema, juga berpendapat kenaikan harga komoditas ekspor tidak akan sebesar yang dialami minyak mentah. "Kalaupun harga komoditas ekspor naik, hanya untuk yang terkait langsung dengan minyak, dan kenaikannya pun tidak linear," katanya.

Pemerintah juga tidak bisa beranggapan ekspor nonmigas tahun ini bakal naik akibat kenaikan harga minyak mentah semata. "Volume produk ekspor tidak bisa digenjot karena produksi butuh waktu lama, begitu juga investasi migas," Iman memaparkan.

Adapun Kurtubi mengatakan terus meroketnya harga minyak dunia akan memukul perekonomian Indonesia. Terlebih lagi Indonesia tidak lagi mengekspor minyak (net oil importer) selama beberapa tahun terakhir.

"Jika manajemen perminyakan tidak diperbaiki segera, dalam waktu yang tak lama Indonesia akan mengecap malapetaka. Terlebih harga minyak US$ 100 per barel sudah di ambang pintu," kata Kurtubi.

Kurtubi menyatakan hal utama yang harus dilakukan pemerintah untuk menggenjot produksi minyak adalah mengamendemen Undang-Undang Minyak dan Gas Nomor 22 Tahun 2001. Tiga hal krusial dalam amendemen itu adalah penyederhanaan proses investasi migas agar menjadi satu pintu, penghapusan pajak dan pungutan sebelum produksi dimulai oleh kontraktor migas, serta membentuk badan usaha milik negara khusus untuk menjalankan bisnis migas.

 

Berita Lain
Harga Minyak Dekati US$ 100
MINYAK MEROKET, SAHAM TERKEREK
INDEKS BEJ REBOUND ( NAIK )
Pemerintah siapkan jurus hadapi perlambatan ekonomi global
Bank Dunia : Harga Minyak Jadi Berkah Negara Berkembang
Ekonomi Asia Akan Tumbuh 8 Persen
Harga Minyak di New York Turun Kembali
Harga Minyak Mulai Turun
Rupiah Diprediksi Masih Stagnan
Kalla : Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Aman
Selanjutnya Akhir
 
Untitled Document
madeallianz
GANI DJEMAT Plaza lt.3 Jl. Imam Bonjol 76 - 78, Jakarta Pusat
Telp : 021. 99 0045 99 - 3190 8288 Fax : 021. 3190 9306
Email : madeallianz[at]gmail.com
All Right Reserved, Web Master www.konsultanasuransi.com
Resolusi Optimal 1024 x 768 pixel, Browser Internet Explorer
::. DISclaimer : website ini adalah situs PRIBADI seorang agen asuransi yang FULLTIME dalam sistem DIRECT AGENCY Allianz. Karena itu, akan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya & TIDAK dapat di hubungkan dengan Perusahaa